Elpisina Sosialisasikan 4 Pilar MPR RI Sebagai Fondasi Persatuan di Daerah

IMG 20251210 WA0001

Jambi – Anggota DPR/MPR RI Fraksi PKB, Elpisina, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dengan tema “Penguatan Nilai 4 Pilar Kebangsaan Sebagai Fondasi Persatuan di Daerah” di Swiss-Belhotel Jambi, baru-baru ini.

Dalam sambutannya, anggota Komisi XIII tersebut menekankan, bahwa Empat Pilar yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi rujukan utama dalam menjaga harmoni di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks.

Elpisina menyampaikan, bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dihadapkan pada tantangan serius terkait isu keragaman, mulai dari gesekan antar kelompok, polarisasi politik, hingga meningkatnya penyebaran hoaks yang memicu intoleransi.

“Indonesia dianugerahi keberagaman yang luar biasa, tetapi keberagaman ini bisa berubah menjadi sumber perpecahan jika tidak dikelola dengan nilai kebangsaan. Karena itu, Empat Pilar harus terus ditanamkan sebagai kesadaran kolektif,” ujarnya dalam sesi penyampaian materi.

Menurutnya, daerah seperti Jambi yang dihuni oleh berbagai etnis dari Melayu, Jawa, Minang, Bugis, Batak hingga komunitas pendatang lainnya, merupakan contoh kecil mozaik Indonesia yang harus djaga bersama.

“Kita harus memastikan nilai kebangsaan melekat dalam kehidupan sehari-hari. Perbedaan itu fitrah, kekayaan bangsa. Tapi tanpa pemahaman Pilar kebangsaan keragaman bisa dimanfaatkan pihak tertentu untuk memecah belah,” tegas Elpisina.

Ia menyoroti beberapa isu nasional yang perlu diwaspadai karena dapat menjadi potensi konflik, seperti narasi permusuhan yang berkembang di media sosial, gesekan berbasis identitas saat momentum politik, dan melemahnya toleransi antarumat beragama di sejumlah daerah.

Ketua DPW PKB Provinsi Jambi tersebut juga menambahkan, bahwa tantangan ini harus ditangani melalui pendekatan edukatif dan dialog kebangsaan yang intensif.

Elpisina juga mengajak peserta yang hadir, khususnya dari kalangan pemuda, untuk menjadi duta persatuan dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sosial dan digital. Dirinya juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mencegah penyebaran informasi yang dapat memperuncing konflik.

“Anak muda hari ini bukan hanya pengguna media sosial, tapi penentu arah wacana publik. Jika pemudanya baik dan paham nilai bangsa, maka daerah ini akan tetap damai,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, Elpisina berharap sosialisasi 4 Pilar tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam kebijakan publik, pendidikan, serta kehidupan masyarakat.

Ia menegaskan kembali bahwa persatuan Indonesia hanya dapat kokoh apabila nilai dasar kebangsaan terus dipahami, dijaga, dan diamalkan oleh seluruh elemen bangsa.

Kegiatan yang dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga perwakilan pemuda ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif, dimana peserta berkesempatan untuk menyampaikan pandangan dan sejumlah aspirasi terkait isu keberagaman dan penguatan toleransi di daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top